Pencegahan Stunting

Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Puskesmas

Perda No.9 Tahun 2023 PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

Berikut adalah Perda Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah, adapun Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Puskesmas ada pada Lampiran I, halaman 88 sampai halaman 95 dari Perda.
Berikut file PDF lengkapnya dapat dibaca:

Siklus Kehidupan

Kunjungan 10 Penyakit Terbanyak di Kecamatan Kampa Tahun 2023


KUNJUNGAN 10 PENYAKIT TERBESAR
DI UPT PUSKESMAS KAMPA 2023

NO
NAMA PENYAKIT
KODE PENYAKIT
JUMLAH
1
I10
2037
2
Infeksi Saluran Nafas Atas
J05-J06
1921
3
Gastritis
K29.7
1664
4
Polimiagia Reumatik/Rematoid Artritis
M35.3
820
5
Diabetes Militus
E11
759
6
Skabies
B86
350
7
Dermatitis Kontak Alergi
L23.9
309
8
Gastro Enteritis (Diare)
A09
242
9
Faringitis
J02.9
233
10
Dermatitis Atopik
L20.9
219

TOTAL

8554


Rabies

Sebagai salah satu penyakit Zoonis yang dekat dengan masyarakat, penting bagi kita semua untuk mengetahui apa itu rabies, Apa saja hewan yang dapat menularkannya hingga bagaimana gejala dan pencegahan rabies.

Berbagai hal tersebut akan dijelaskan secara lengkap dan disertai dengan ilustrasi pendukung, guna mengendalikan dan meminimalisir potensi paparan rabies ditengah masyarakat.

Apa Itu Rabies?

Rabies dikenal juga sebagai penyakit anjing gila. Rabies merupakan penyakit infeksi pada sistem syaraf pusat (otak) yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini dapat ditularkan melalui gigitan hewan yang terkena rabies. 

Hewan apa yang dapat menularkan Rabies?

Hewan yang dapat menularkan penyakit rabies pada manusia diantaranya adalah anjing, kucing, dan kera. Selain hewan tersebut, beberapa hewan liar yang dapat menularkan rabies yaitu rubah, musang, dan anjing liar. Di Indonesia, hewan yang paling sering menularkan rabies pada manusia adalah anjing (98%) dan sisanya oleh kucing dan kera ( 2%).

Bagaimana cara penularannya?

Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang sakit rabies dan biasanya ditularkan kepada manusia/hewan lainnya melalui gigitan, cakaran serta jilatan pada kulit yang terluka atau selaput lendir mata dan mulut. 

Bagaimana penanganan luka gigitan/cakaran oleh hewan penular Rabies?

  1. Segera cuci luka gigitan/cakaran anjing, kucing, kera, dan hewan penular rabies lainnya dengan menggunakan deterjen/sabun dan air mengalir selama 15 menit kemudian berikan antiseptic.

  2. Segera kunjungu Puskesmas atau RS terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai SOP.

  3. Segera hubungi Dinas Peternakan untuk melaporkan hewan penggigit. 

Bagaimana ciri-ciri Rabies pada manusia?

Demam, mual, sakit tenggorokan, sakit kepala hebat, gelisah, takut air (hydrophobia), takut cahaya (photophobia), air liur berlebihan (hipersalivasi). 

Bagaimana ciri-ciri Rabies pada anjing?

Tipe Ganas

  1. Suara menjadi parau

  2. Tidak menurut perintah majikan

  3. Menggigit dan menyerang apa saja yang bergerak/dijumpai

  4. Lari tanpa tujuan

  5. Lupa pulang

  6. Berkelahi tak mau kalah

  7. Ekor berada diantara dua paha

  8. Kejang-kejang yang disusul kelumpuhan

  9. Biasanya mati dalam 4-7 hari setelah gejala pertama muncul. 

Tipe Tenang

  1. Bersembunyi di tempat gelap dan sejuk

  2. Tidak mampu menelan

  3. Mulut terbuka

  4. Air liur berlebihan

  5. Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat

  6. Kelumpuhan

  7. Kematian terjadi dalam waktu singkat  


 

Bagaimana Cara Penanganan Luka Gigitan Hewan Penularan Rabies Pada Manusia (Post-esposure Treatment (PET)?

  1. Cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun/deterjen pada air mengalir selama 15 menit lalu diberi antiseptik seperti obat merah dan sejenisnya.

  2. Segera pergi ke Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) untuk dilakukan kembali pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi.

  3. Berikan Serum Anti Rabies (SAR) seusai indikasi penanganan luka gigitan sesegera mungkin setelah terpapar hewan rabies, efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian. 


Cara Penanganan Hewan Penular Rabies Yang Menggigit Manusia

Jika terjadi kasus gigitan hewan penular rabies sedapat mungkin hewan penular rabies tersebut ditangkap dan diserahkan atau dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan di Dinas yang membidangi kesehatan hewan setempat untuk diobservasi/diamati selama 14 hari. 


Cara Pencegahan Rabies

  1. Ikat dan atau kandangkan hewan penular rabies

  2. Jika hewan penular rabies dibawa keluar rumah maka perlu dilengkapi pengaman mulut (dibrongsong)

  3. Vaksinasi hewan penular rabies secara berkala

  4. Jika manusia terlanjur tergigit, lakukan cuci luka dengan sabun atau deterjen menggunakan air mengalir selama 15 menit sesegera mungkin oleh penderita atau keluarga lalu segera ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapat tatalaksana penanganan kasus gigitan hewan penular rabies sesuai prosedur

  5. Untuk kelompok risiko tinggi tertular rabies seperti petugas laboratorium berhubungan dengan virus rabies, vaksinator, dokter/perawat yang merawat pasien rabies, dokter hewan dan setiap orang yang mempunyai potensi kontak langsung dengan hewan penular rabies dapat diberikan imunisasi/kekebalan terhadap virus rabies (Pre exposure Immunization). 


Tips waspada Rabies

  1. Ikat dan berikan kalung tanda kepemilikan untuk hewan peliharaan

  2. Kandangkan anjing atau kucing peliharaan anda dan jangan diliarkan

  3. Vaksinasikan anjing atau kucing peliharaan anda secara teratur ke dokter hewan terdekat

  4. Hindari atau jangan terlalu dekat dengan anjing, kucing atau kera jika andaberada di wilayah-wilayah tertular rabies. 

HOAX SEPUTAR RABIES

  1. Rabies Tidak Bisa Dicegah

Fakta: Rabies dapat dicegah dengan pemberian vaksin pada anjing atau kucing

  1. Rabies Tidak Bisa Disembuhkan

Fakta: Jika infeksi rabies dibiarkan berkembang maka tidak ada pengobatan yang efektif. Oleh karena itu utamakan pencegahan melalui pemberian vaksin dan pengandangan serta segera lakukan langkah penanganan jika tergigit hewan penular rabies

  1. Rabies Hanya Ditularkan Melalui Gigitan Hewan

Fakta: Penularan melalui gigitan hewan penular rabies merupakan cara yang paling umum. Akan tetapi, rabies juga dapat ditularkan melalui cakaran bila air liur hewan tersebut terdapat di kuku yang menyebabkan goresan

  1. Memberikan tanaman atau minyak tertentu pada luka gigitan akan mencegah rabies

Fakta: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), langkah terbaik yang harus dilakukan setelah digigit hewan penular rabies adalah mencuci luka dengan segera minimal 15 menit. Setelahnya segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan serum anti rabies (SAR).

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah tentang khasiat pengobatan alternatif dalam pencegahan rabies.

  1. Anjing dan Kucing peliharaan tidak perlu diberikan vaksin rabies

Fakta: ikuti anjuran dokter hewan Anda dalam vaksinasi hewan peliharaan. Hewan peliharaan dapat melarikan diri dan digigit oleh hewan liar yang mungkin menularkan rabies

  1. Gigitan hewan penular rabies tidak mengancam jiwa bagi manusia

Fakta: Sebaliknya, penanganan yang terlambat hampir pasti mengakibatkan kematian. Segera cuci luka gigitan dan akses fasilitas kesehatan untuk mendapatkan serum anti rabies.

  1. Gigitan anak anjing rabies tidak mengancam jiwa manusia

Fakta: Gigitan anak anjing rabies tetap berbahaya dan menjadi titik lengah dalam penularan rabies

      8. Tanaman Menir Dapat Menyembuhkan Seseorang dari Gigitan Anjing Rabies

Fakta: hinga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa tanaman menir dapat menyembuhkan luka gigitan anjing rabies. Sehingga melakukan pertolongan pertama pada rabies dan membawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dan vaksin merupakan langkah yang harus dilakukan.[]

Lebih lengkap lihat di Ayo Sehat

 

Februari | Bulan Vitamin A | Segera Dapatkan di Posyandu dan Puskesmas